|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| 1. |
Heat Treatment |
- 20 jam untuk mencapai suhu inti kayu 56°C.
- 3 hari 3 malam pada papan untuk mencapai MC dibawah 30 %
- 6 hari 6 malam pada balok untuk mencapai MC dibawah 30 %
|
- Statis
- Terbatas
- KD yang sudah diuji kelayakan diwilayah Korlap Priok, Sukarno Hatta, Cilegon, & Bandung tidak lebih dari 30 chamber.
|
- Boros energi
- Pemanasan global
|
- Mahal, karena memakan waktu lama untuk prosesnya.
- Investasi untuk fasilitas KD sangat besar, tidak cocok untuk daerah yang masih terbatas bahan baku kemasan maupun pelanggannya.
|
- Sulit dan terbatas
- Tidak ada jaminan dilakukan dengan baik dan benar
|
- Setelah dilakukan HT, tidak ada jaminan tidak terserang hama kembali, karena Non Permanent Treatment.
|
| 2. |
Methyl Bromide |
- 24 jam dengan kondisi MC kemasan kayumax 30 %
|
- Di depo khusus
- Didalam container, harus tertutup (karena sifatnya tidak permanen)
|
- Merusak Ozon
- Sangat berbahaya aplikasinya.
|
- Mahal, untuk prosesaplikasinya
- Ada tambahan biaya untuk Depo, trucking karena container harus menginap.
|
- Sulit dan terbatas
- Tidak ada jaminan dilakukan dengan baik dan benar
|
- Setelah dilakukanMB, tidak ada jaminan tidak terserang hama kembali, karena NonPermanent Treatment.
|
| 3. |
SPIT™ (Semi Permanent Immunization Treatment ) |
- 20 menit untuk import
- 20 menit untuk eksport kondisi MC 30 % (Bila MC < 30% dapat langsung ekspor, bila MC > 30% perlu waktu untuk diangin-anginkan sampai MC 30 % kondisi kemasan kayu diberi stik.)
|
- Mobile (dimana saja )
- Dapat dilakukan ditempat pelanggan, ruang terbuka, tidak memakan tempat
|
- Ramah lingkungan,bisa terurai.(Test Biomatrial -LIPI).
- Tidak toksin bagi mamalia.(Test FKH-IPB)
|
- Terjangkau, karena bisa dilakukan di tempat pelanggan, gudang.
|
- Lebih mudah karena dilaksanakan dan dikendalikan oleh satu perusahaan beserta pelaksana lainnya.
|
- Ada jaminan, karena ada residual sementara sehingga menjamin dari serangan reinfestasi OPT, sampai waktu tertentu
|